Sabtu, 30 Juli 2011

SOMATISASI HARUS DISEMBUHKAN SENDIRI


Dalam beberapa bulan ini hampir setiap bulan Sally (29) menemui dokter. Ia khawatir hal terburuk terjadi pada dirinya, kanker. Betapa tidak? Konsultan komputer yang tinggal di Atlanta, AS, ini sudah lebih dari tiga tahun menderita sakit perut kronis dan sakit kepala. Anehnya, dokter belum juga menemukan penyakit yang dideritanya. Karena itu ia setuju dilakukan serangkaian pemeriksaan sekali lagi.
Dengan gugup Sally meremas-remas tisu di tangannya sambil menantikan vonis dokter. Tapi ternyata pemeriksaan menunjukkan hasil negatif. Hal yang semestinya menggembirakan itu justru mengesalkan karena berarti penderitaannya masih akan berlanjut. "Kami tak menemukan penyakit Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anda benar-benar sehat," kata dokter itu sambil menaruh berkas laporan itu di meja kerjanya.
Setengah putus asa seminggu kemudian, Sally menemui dokter lain. Kali ini masih tentang penyakit "aneh"nya yang tak kunjung sembuh itu. Oleh dokter yang terakhir ini ia dinyatakan menderita somatisasi, yaitu manifestasi penderitaan emosional dalam bentuk gejala fisik yang tidak jelas. Kondisi aneh yang membikin frustrasi dokter dan pasien. Tak terhitung berapa juta biaya dihabiskan untuk ke dokter, pelbagai pemeriksaan dan pengobatan yang akhirnya tidak manjur itu. Syukur, telah ditemukan cara efektif untuk menanggulangi dan meringankan derita akibat somatisasi.

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.

Rasa sakit di kepala, migrain, nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.

Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.

PENGOBATAN GANGGUAN PSIKOSOMATIS


Seringkali pengobatan psikosomatis hanya bersifat simptomatis (berdasarkan gejala yang timbul), sehingga penyakit ini sering berulang dan dapat berlangsung bertahun-tahun. Hal ini dapat terjadi karena sebenarnya etiologi utama dari penyakit ini belum diketahui atau tidak dicari dan terlebih karena memang terdiri dari banyak faktor yang saling terkait (khususnya faktor psikologis). Memang pada kasus-kasus yang berat, gejala penyakit akan hilang dengan pemberian obat-obat simptomatis karena gangguan psikologis sudah berkembang sehingga penyakit somatis (penyakit yang didasari oleh adanya gangguan pada organ tubuh) yang lebih mendominasi.